Bahas Tuntas Tentang Seminar

Bahas Tuntas Tentang Seminar

Bahas Tuntas Tentang Seminar 🙂

A. Pengertian
Seminar adalah satu kajian problem dengan ilmiah, meskipun tema yang dibicarakan adalah problem keseharian. Dalam mengulas problem, maksudnya adalah mencari satu pemecahan, oleh karenanya satu seminar senantiasa disudahi dengan rangkuman atau beberapa ketentuan yang disebut hasil pendapat dengan, yang terkadang dibarengi dengan resolusi atau referensi.

Kajian dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang sudah disusun terlebih dulu oleh sebagian orang pembicara sesuai sama pokok-pokok bahasan yang disuruh oleh suatu hal panitia penyelenggara. Pokok-pokok bahasan yang disuruh oleh satu penitia penyelenggara. Pokok bahasan yang sudah ditetapkan, juga akan dibicarakan dengan teoritis serta dibagi jadi sebagian subpokok bahasan apabila problemnya begitu luas.

Pada awal seminar, bisa di buka dengan satu pandangan umum oleh orang berwenang (yang ditunjuk panitia) hingga maksud seminar terukur. Lalu hadirin (massa) dibagi jadi kelompok-kelompok untuk mengulas persoalan selanjutnya.

Setiap grup bisa diserahi pekerjaan mengulas satu sub pokok bahasan untuk dibicarakan dalam grup yang umumnya juga dimaksud seksi/komisi, dibawah pimpinan seseorang ketua komisi (grup). Dari hasil-hasil grup, disusun satu perumusan yang disebut satu rangkuman yang dirumuskan oleh satu tim perumus yang ditunjuk.

Kajian dalam seminar menelan saat yang lebih lama karna sifatnya yang ilmiah. Jika beberapa pembicara tidak bisa mengatur diri umumnya saat banyak dipakai untuk kajian yang kurang perlu. Oleh karenanya diperlukan pimpinan grup yang kuasai masalah hingga penyimpangan dari pokok masalah bisa dihindari. Penyimpangan ini bisa diatasi apabila setiap saat ketua sidang menyimpulkan hasil perbincangan hingga apa yang juga akan dibicarakan setelah itu telah terukur. Info pemesanan tas seminar pesan ke Toko Ahsan

B. Pemakaian Seminar
Seminar juga akan efisien apabila :
1. Ada saat yang cukup untuk mengulas masalah.
2. Problema telah dirumuskan dengan terang.
3. Beberapa peserta bisa di ajak berpikir logis.
4. Problema membutuhkan pemecahan yang systematis.
5. Problema juga akan dipecahkan secara detail.
6. Pimpmnan sidang cukup trampil dalam mcnggunakan cara ini.
7. Grup tidaklah terlalu besar hingga sangat mungkin tiap-tiap peserta ambil sisi dalam memiliki pendapat.

C. Keunggulan serta kekurangan :
a. Keunggulan :
1. Menghidupkan pemikiran yang logis.
2. Mendorong pada analisis menyeluruh.
3. Prosedurnya bisa diaplikasikan untuk beragam type problema.
4. Menghidupkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.
5. Tingkatkan ketrampilan dalam mengetahui problema.

b. Kekurangan :
1. Memerlukan banyaknya waktu.
2. Membutuhkan pimpinan yang trampil.
3. Susah digunakan apabila grup sangat besar.
4. Mengharuskan tiap-tiap anggota kelornpok untuk pelajari terlebih dulu.
5. Mungkin saja butuh dilanjutkan pada diskusi yang beda.

II. SIMPOSIUM
A. Pengertian
Simposium adalah rangkaian pidato pendek dimuka pengunjung dengan seseorang pemimpin. Simposium menghadirkan sebagian orang pembicara serta mereka menyampaikan beberapa segi pandangan yang berlainan serta tema yang sama. Bisa pula berlangsung, satu tema masalah dibagi atas sebagian segi, lalu tiap-tiap segi disoroti sendiri dengan spesial, tidaklah perlu dari beragam pojok pandangan.
Pembicara dalam simposium terbagi dalam pembicara (pembahas paling utama) serta penyanggah (pemrasaran banding), di bawah pimpinan seseorang moderator. Pendengar di beri peluang untuk memajukan pertanyaan atau pendapat sesudah pembahas paling utama serta penyanggah usai bicara. Moderator cuma mengkoordinasikan jalannya perbincangan serta melanjutkan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium bisa disebar luaskan, terlebih dari pembahas paling utama serta penyanggah, sedang pandangan-pandangan umum yang dipandang butuh saja.

B. Pemakaian Simposium
Simposium bisa dipakai :
1. Untuk menyampaikan beberapa segi yang berlainan dari satu tema spesifik.
2. Bila grup peserta besar.
3. Bila grup memerlukan ketrampilan yang ringkas.
4. Bila ada pembicara yang penuhi prasyarat (pakar dalam bagian yang disoroti).

C. Keunggulan serta Kekurangan :
a. Keunggulan :
1. Bisa digunakan pada grup besar ataupun kecil.
2. Bisa menyampaikan informnasi banyak kurun waktu singkat.
3. Perubahan pembicara menaikkan macam serta sorotan dari beragam sisi juga akan jadi sidang lebih menarik.
4. Bisa direncanakan jauh terlebih dulu.

b. Kekurangan :
1. Kurang spontanitas serta kneatifitas karna pembahas ataupun penyanggah telah ditetapkan.
2. Kurang hubungan grup.
3. Mengutamakan pokok perbincangan.
4. Agak merasa resmi.
5. Kepribadian pembicara bisa mengutamakan materi.
6. Susah membuat kontnol saat.
7. Pada umumnya membatasi pendapat pembicara.
8. Memerlukan rencana terlebih dulu dengan hati-hati untuk menanggung jangkauan yang pas.
9. Relatif digunakan terlalu berlebih.

III. DISKUSI PANEL
B. Pengertian
Panel adalah satu diantara bentuk diskusi yang telah direncanakan mengenai satu tema dimuka beberapa pengunjung. Diskusi panel dibawakan oleb 3 – 6 orang yang dipandang pakar yang di pimpin oleh seseorang moderator.
Beberapa panelis berdiskusi demikian rupa, hingga beberapa pengunjung bisa ikuti perbincangan mereka. Pengunjung cuma berperan jadi pendengar, oleh karenanya pengunjung yang demikian besar jumlahnya dipandang jadi grup yang diajar oleh satu regu guru. Namun panel tidak bisa cuma adalah pengajaran informatif, tetapi mesti bisa merangsang langkah berfikir massa dengan memberi beragam perspektif.
Proses panel diawali dari perjumpaan beberapa panelis oleh moderator, lalu di sampaikan masalah umum pada beberapa panelis itu, untuk didiskusikan. Mereka semestinya adalah beberapa orang yang pintar bicara dengan lancar serta menarik. Moderator juga memegang penanan dalam diskusi ini, jadi pengatur jalannya perbincangan dengan sekali-kali menyimpulkan apa yang dikemukakan oleh beberapa panelis. Ketidaksamaan pendapat tidak jadi masalah, karna pada diskusi panel tidaklah perlu diraih satu kesatuan pendapat atau ketentuan. Bahkan juga ketidaksamaan pendapat tersebut yang diinginkan bisa memberi stimulus untuk pendengar agar bisa berfikir lebih jauh. Pendengar bukan sekedar juga akan menelan pesan yang telah jadi, tetapi bisa ikuti sistem pemikiran beberapa panelis jalannya diskusi. Sesudah diskusi usai, pendengar bisa membuat beberapa grup untuk mendiskusikannya selanjutnya. Walau demikian sepanjang diskusi panel, pendengar tidak di beri peluang untuk menyampaikan pandangan.

C. PENGGUNAAN PANEL
Kamu bisa memakai panel bila :
1. Menginginkan menyampaikan pandapat yang tidak sama.
2. Menginginkan berikan stimulus beberapa pendengar juga akan ada satu masalah yang butuh dipecahkan.
3. Ada panelis yang penuhi prasyarat.
4. Perbincangan sangat luas untuk didiskusikan dalam grup itu.
5. Menginginkan mengajak pendengar lihat “ke dalam” namun tidak inginkan respon dengan verbal.
6. Ada moderator yang cakap, yang bisa kuasai semua segi serta masalah yang dibicarakan.

D. Keunggulan serta Kekurangan :
a. Kekurangan :
1. Menghidupkan fikiran.
2. Menyampaikan pandangan yang tidak sama.
3. Mendorong ke analisa selanjutnya.
4. Memakai beberapa pakar untuk memiliki pendapat serta sistem pemikirannya bisa membelajarkan orang yang lain.

b. Keunggulan :
1. Gampang tersesat apabila moderator tidak trampil.
2. Sangat mungkin panelis bicara sangat banyak.
3. Tidak berikan peluang peserta untuk bicara.
4. Relatif jadi serial pidato pendek.
5. Memerlukan persiapan yang cukup masak.

IV. RAPAT
A. Pengertian
Apa yang disebut dengan Rapat?
1. Rapat, adalah satu bentuk media komunikasi grup resmi yang berbentuk tatap muka, yang seringkali diadakan banyaknya organisasi, baik swasta ataupun pemerintah.
2. Rapat adalah alat untuk memperoleh mufakat, lewat musyawarah grup.
3. Rapat adalah media yang bisa digunakan unttuk pengambilan ketentuan dengan musyawarah untuk mufakat.
4. Rapat adalah pertemuan pada beberapa anggota di lingkungan kantor/perusahaan/
organisasi sendiri untuk membahas, merundingkan satu problem yang menyangkut
kebutuhan dengan.
Rapat adalah alat/media komunikasi grup yang berbentuk tatap muka serta begitu perlu, diadakan banyaknya organisasi, baik swasta ataupun pemerintah untuk memperoleh mufakat lewat musyawarah untuk pengambilan ketentuan. Jadi rapat adalah bentuk komunikasi yang di hadiri oleh sebagian orang untuk membahas serta memecahkan persoalan spesifik, di mana lewat rapat beragam persoalan bisa dipecahkan serta beragam kebijaksanaan organisasi bisa dirumuskan.
Meskipun rapat adalah kesibukan yang begitu perlu, tetapi seringkali kita dapatkan sebagian persoalan dalam rapat, di mana kita seringkali mendengar ada yang dirasakan dari pengawai, ”Apa sich, fungsinya rapat? ”. Berarti ada keterpaksaan anggota organisasi untuk ikuti rapat karna rapat dipandang tidaklah perlu, menghabiskan waktu.

Hal semacam ini berlangsung karna pengelolaan rapat yang kurang pas diantaranya :
1. Beberapa anggota organisasi terus-terusan disuruh ikuti rapat tanpa ada diperhitungkan, siapa yang sesungguhnya serta semestinya ikut serta dalam rapat.
2. Rapat cuma jadikan alat pembenaran inspirasi atau kehendak pimpinan.
3. Hasil rapat tidak sempat ditindak-lanjuti atau cuma berhenti pada tataran inspirasi saja, tanpa ada sempat diupayakan untuk direalisasikan

V. Lokakarya (Inggris : workshop) adalah satu acara dimana sebagian orang berkumpul untuk memecahkan problem spesifik serta mencari pemecahannya.
Satu lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *